Pasar Barang dan Pasar Uang Model Islam

Written by aren giff 0 komentar Posted in:

PENDAHULUAN

Pembahasan mengenai pasar uang dan pasar barang merupakan bagian penting dari pembahasan tentang makroekonomi islam. Namun ada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai islam, jika di kaitkan denganfaktor bunga yang memeinkan variable penting pada pasar uang dan dan pasar barang.

Pasar uang dan pasar barang, akan dinamakan seimbang jika pasar barang dan pasar uang terjadi perpotongan kurva IS dan LM. Keseimbangan pasar barang dan pasar uang, akan di jelaskan dalam bentuk modal IS dan LM konvensional sebagai suatu jembetan menentukan modal pendapatan ke pertumbuhan ekonomi.

Perekonomian dalam islam mengharamkan suku bunga karena suku bunga sama dengan riba. Dan apabila tingkat bunga merupakan tingkat instrument yang dilarang. Dalam islam, suku bunga diganti dengan ekonomi bagi hasil, sehingga insentif dalam melakukan investasi dalam besaran bagi hasil. Sehingga bagi hasil dapat diterapkan di masyarakat.

BAB II

PEMBAHASAN

Pasar Barang dan Pasar Uang Model Islam

A.    Asumsi dan Kegunaan

Model islam ini memiliki beberapa asumsi yaitu:
  1. Perekonomian hanya terdiri dari dua sector, yaitu sector riil (pasar barang dan jasa) dan sector moneter (pasar uang).
  2. Tingkat bunga memainkan peranan penting baik di pasar barang maupun pasar uang.
  3. Mengeluarkan konsumsi bergantung pada pendapatan disposable.
  4. Permintaan investasi bergantung pada tingkat bunga dan pendapatan.
  5. Pengeluaran pemerintah bersifat oksogen (oksogeneus)
  6. Tingkat harga di asumsikan sebara oksogen.
  7. Permintaan akan uang di tentukan oleh tingkat pendapatan dan tingkat bunga.
  8. Jumlah uang beredar bersifat oksogen, dimana besarnya di tentukan oleh otoritas moneter.
Model IS dan LM, tidak hanya bermanfaat karena dapat digunakan dalam peramalan ekonomi (economic forecasting), tetapi juga bermanfaat karena model IS dan LM menyediakan suatu pemahaman yang lebih mendalam bagaimana kebijakan pemerintah itu mempengaruhi kegiatan ekonomi.

B.     Pasar Barang, Kurva IS

Pasar barang (good or product or output or commodity market) adalah pasar untuk barang dan jasa. Sedangkan kurva IS adlah kurva yang menggambarkan berbagai titik kombinasi antara tingkat bunga (i) dan tingkat pendapatan (y), dimna pasar barang berada dalam keseimbangan.

v  Penurunan Kurva IS

Di dalam model Keynes, keseimbangan akan terjadi apabila di penuhi dua syarat:
  1. Penawaran agregat barang dan jasa (y) = permintaan agregat akan barang dan jasa (AD) atau Y=C+I+G.
  2. Tabungan ditambah pajak (disebut kebocoran atau lekages) = investasi di tambah pengeluaran pemerintah (disebut injeksi) atau S+I=I+G.
v  Factor-Faktor yang Mempengaruhi Kurfa IS
  1. Bilangan pengganda (multiples)
  2. Kepercayaan masyarakat terhadap kondisi perekonomian (consumer and business confidence).
  3. Kepekaan pengeluaran investasi terhadap perubahan dalam tingkat bunga (interest elascticity of  investment).
  4. Kebijakan pemerintah (fiscal policy).
C.    Pasar Uang, Kurva LM

Pasar uang (money market), adalah pasar dimana uang atau dana jangka pendek dipinjam atau di pinjamkan (diperdagangkan), atau tempat dimna akan terjadi interaksi terhadap penawaran uang dan permintaan uang yang di akhirnya menentukan tingkat bunga.

Kurva LM adalah sesuatu kurva yang menggambarkan berbagai titik kombinasi antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan, dimna permintaan uang sama dengan penawaran uang, penawaran uang atau uang beredar (money supply atau MS) adalah jumlah uang tersedia didalam suatu perekonomian dan hal tersebut ditentukan oleh bang sentral.

Uang beredar dibedakan menjadi dua yaitu:
  1. Dalam arti sempit (narrow money), dalam bentuk persamaan M1=C+DD.
  2. Dalam arti luas (broad money), dalam bentuk persamaan M2=C+TD.
Dalam bukunya, yang berjudul the general theory of employment, interest and money (1936), Keynes mengemukakan ada 3 motif yang mendorong seseorang atau masyarakat memegang uang tunai (motives for holding money), yaitu:
  1. Motif untuk transaksi (transaction  motive).
  2. Motif berjaga-jaga (precautionary motive).
  3. Motif spekulasi (speculative motive).
Secara metematis dapat di rumuskan sebagai berikut:

Md=Mt(y)+Msp(i) atau Md=eY+Ma-Ui

v  Penurunan Kurva LM

kurva LM dapat ditentukan, baik secara matematis maupun grafik. Secara teoritis, keseimbangan pasar uang akan terjadi apabila permintaan uang (Md) sama dengan penawaran uang (Ms).

v  Factor yang Mempengaruhi Kurva LM
  1. Jumlah uang beredar (money supply).
  2. Permintaan uang (money demand).
  3. Elastisitas permintaan uang untuk spekulasi terhadap perubhan tingkat bunga (interest elasticity of speculative demand for money).
  4. Elastisitas permintaanuang untuk transaksi terhadap tingkat pendapatan.
Ø  Keseimbangan Umum Pasar Barang dan Pasar Uang

Keseimbangan umum (general equilibrium) atau disebut juga keseimbangan simultan (simultaneous equilibrium) antara pasar barang dan pasar uang terjadi pada perpotongan kurva IS dan LM.

Keseimbangan simultan pasar barang dan pasar uang terjadi, maka syaratnya adalah IS=LM.

BAB III

KESIMPULAN

Pasar barang adalah pasar untuk barang dan jasa, sedangkan kurva IS adalah kurva yang menggambarkan berbagai titik konbinasi antara tingkat bunga (i) dan tingkat pendapatan (y), dimana pasar barang berada dalam keseimbangan.

v  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kutfa IS
  1. Bilangan pengganda (multipler).
  2. Keperayaan masyarakat terhadap perekonomian (consumer and business confidence).
  3. Kepekaan pengeluaran investasi terhadap perubahan dalam tingkst bunga (interest elasticity of  investment).
  4. Kebijakan pemerintah (fiscal policy).
Pasar uang adalah pasar dimana uang atau dana jangka pendek dipinjam atau dipinjamkan (diperdagangkan), atau tempat dimana akan ada interaksi antara penawaran uang dan permintaan uang yang akhirnya menentukan tingkat bunga.

Kurva LM adalah sesuatu kurva yang menggambarkan berbagai titik kombinasi antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan, dimna permintaan uang sama dengan penawaran uang. Factor yang mempengaruhi kurva LM:
  1. Jumlah uang beredar (money supply).
  2. Permintaan uang (money demand).
  3. Elastisitas permintaan uang untuk spekulasi terhadap perubhan tingkat bunga (interest elasticity of speculative demand for money).
  4. Elastisitas permintaanuang untuk transaksi terhadap tingkat pendapatan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Total Tayangan Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Slideshow

Loading...

Cari Blog Ini

Memuat...